Sepi

dalam gelap ku hanya terdiam...
terpaku menatap arah yg tak pasti
sendiri... dan lagi sendiri...

kidung malam mengalun lirih...
bernyayi riang serangga malam
bersama detak waktu yg trus bergulir...
menyanyat setiap helai hati yg gelisah...

terperanjat ku oleh sang fajar...
buyarkan semua lamunan...
hiruk pikuk anak anak adam di keramaian
tak hapus kesunyian hati ini...
tak koyakkan sepinya serpihan hati rapuh..

apa aku harus teriak kencang...
agar memekak gendang telinga sunyi..
atau aku harus mengaduh gaduh...
agar merobek kegundahan hati...

teriak ku pada waktu...
hanya gaungnya yg memekak kembali kepadaku...
atau mungkin akan kugali liang lahat bersama hati yg sunyi...


Sepi

Posted by : celoteh 0 Comments
Surat untuk Tuhanku

Tuhan,
aku tahu kau selalu beri yg terbaik...
aku tahu nikmatmu tak terhitung...
akupun tahu engkau paling tahu yg ku impikan...
aku juga tahu betul diri ini masih jauh dari taat...
tetapi...
Tuhan,
tak bolehkah aku sedikit bahagia...
tak bolehkah aku merasakan cinta...
tak bolehkah aku menggapai mimpiku...
tak pantaskah aku bersama mereka yg kusayang...
entahlah....
Tuhan,


Surat untuk Tuhanku

Posted by : celoteh 0 Comments
Kidung Cinta Merah Jambu buat Nuyuy

Jika Cinta Itu Suara ijinkan aku " mendengarnya "
Jika Cinta Itu Isyarat ijinkan aku " memahaminya "
Jika Cinta itu Hati ijinkan aku " merasakannya "
Jika Cinta itu Mata ijinkan aku " melihatnya "
Jika Cinta itu Kaki ijinkan aku " melangkahkannya "
Jika Cinta itu Tangan ijinkan aku " meraihnya "

Ketika Tak seorangpun ada
untukmu. Hidup akan Kosong..
Saat kamu berhenti Bermimpi,
Harapan akan Hilang.
Saat kamu Berhenti Percaya,
Cinta akan Gagal..

Kau yg hembuskan birahi cinta..
saat jiwaku mulai mati..
kau yg bisikkan cinta...
saat ku tak percaya akan cinta lagi...

Ketika Tak seorangpun ada
untukmu. Hidup akan Kosong..
Saat kamu berhenti Bermimpi,
Harapan akan Hilang.
Saat kamu Berhenti Percaya,
Cinta akan Gagal..

wahai bidadari surga di keheningan malam
kenapa masih terdiam membisu
tak kau lihatkah mentari di ufuk sana..
yg memerah menyapa pagi..

wahai malaikat penerang kalbu..
tataplah elok parasmu
pembawa kedamaian sanubari..
hiasi dunia kembali riangmu..
biarkan bunga bunga mekar kembali...
dari dahan dahan yg bersemi

Kidung Cinta Merah Jambu buat Nuyuy

Posted by : celoteh 0 Comments


Ijikan aku memanggilmu Jasmine


    



Pengantar Redaksi


Karya ini saya dedikasikan untuk seseorang yang telah membius jiwa ini, meniupkan kembali gairah aroma kehidupan, memberikan semangat dan asa baru dalam mengarungi kerasnya bahtera gelombang kehidupan. Sesosok wanita anggun penuh dedikasi

Eis Akmeliny Fitriana

Karya ini bukanlah sebuah mahakarya seorang pujangga, hanya goresan tinta tentang celoteh jiwa, yang terangkum dari beberapa detik, menit dan jam waktu sejak beberapa bulan terakhir. Karya ini saya beri judul “ Ijinkan aku memanggilmu Jasmine “, yang terinspirasi dari kesucian dan keindahan melati, mengacu pada kecerian, kesucian hati dan keputihan jiwa, yang saya kagumi. Semoga karya ini tidak saja menjadi goresan tinta hampa tanpa makna, tetapi dapat menjadi penyemangat baru bagi pembacanya.
Saya percaya bahwa setelah kehidupan pasti akan ada kehidupan baru.



Jakarta, mei 2017

Pandangan Pertama

Sunyi, senyap, gelap, hitam pekat yg tlah bersinggasana
Terkoyak sesaat dari jiwa
Berdentang keras bak lonceng membelah sunyi
Bergemericik bak pancuran air mencabik senyap
Bagai kilatan petir yg membelah gelap
Menggoreskan warna dalam kanvas hitam pekat
Tatkala dua bola pancaindra ini terbentur alaunan mendayu dari jiwa syahdu
Menari riang membakar sanubari

Itulah syair yang memisahkan rasa dengan jiwa
Itulah bara yg membakar kalbu dalam aroma kehidupan
Itulah dawai magis yg di hembuskan hati membelah angkasa menebar benih benih asa

Alunan nada dari petikan busur panah Eros
Membakar dari ubun ubun hingga meluluh lantakan jiwa
Meneteskan sejuk bagai embun Himalaya
Meniupkan sepoi angin Mahameru

Jiwa raga ini seakan bangkit dari mati suri dan memekikkan gelora tuk hidup 1000 tahun lagi




Takjub

Bidadari malam menyapa jagat raya
Membius jutaan nyawa menuju nirwana sesaat
Menggandeng sang rembulan berdendang menuju peraduan
Jiwa ini melayang membelah batas antar galaksi
Memecah berjuta meteor hingga menembus batas sadar
Saat bibir mulai terkunci
Hanya helaan nafas menyibak sejukkan kalbu
Menebarkan berjuta helai lembar angan dan asa

dewa Eros yg bertahta
Akan kah ini terangkai menjadi cerita
Membuihkan laut menjadikan legenda
Megoreskan tinta emas dalam syair asmara
Menyebar benih cerita kehidupan dari nafas para dewa
Dalam kanvas yang terbingkai nyata
Melahirkan sebuah mahakarya……………..

Entahlah…..




Ijinkan aku memanggilmu Jasmine

Ketika wajahmu menebarkan ceria
Bibirmu merekah menggapai tawa
Tajam tatapmu bagai embun himaya
Sejuk menampar jiwa bagai badai jaya wijaya
Menghembuskan aroma cinta
Aku terpaku dalam bibir yg terkunci

Ketika ayunan langkahmu menginjak congkaknya rasa
Menyibak butiran pasir keangkuhan
Dari jiwa yang seakan telah binasa
Menabur debu debu gelora
Dari sanubari yg telah lama mati

Hatimu putih
Jiwamu bersih
Aroma wangi senyum merekah
Membius nyawa, merangkai elegi
Bagai singgah di taman melati

Kau…
Sadarkah jiwa ini bergelora
Bagai kumbang yg menari di taman sang putri
Yang hanya hinggap sekali dan enggan pergi
Kau…….
Ijinkan aku memanggilmu Jasmine
Karena engkau mahkota di taman hati
Ijinkan aku memanggilmu Jasmine


Dalam Peraduan

Buritan malam merangkak ke angkasa
Tanpa iringan nyanyian juwita malam
Cahaya dewi malampun tampak malu tuk menyapa
Hanya titik titik air mata langit yang bergemericik
Di sela sela dahan dan dedaunan yang kuyup layu

Mata ini enggan terpejam
Jiwa ini seakan enggan tuk bersyair
Hanya angan mencoba meraih asa
Dari sisa sisa bayangan gelak tawa

Oh Sang Penguasa Jagat Raya……
Mengapa kau hembuskan kembali nafas cinta
Dalam jiwa yang hampir binasa ini….
Kau hadirkan kembali bayangan raut wajahnya
Memecah hening, memeluk erat dalam mimpi
Membawa berjuta buih buih tawa dan asa
Seakan membawa hayal ke nirwana

Peraduan usang saksi bisu
Mimpi mimpi terangkai nyata di sini
Yang kembali buyar oleh kokok sang fajar
Pengantar nyata gerbang kehidupan yang bernama dunia
Seraya berharap esok kembali tuk bertahta



Aku Pengagummu

Saat heningnya malam yang penuh kebisuan
Hanya detak dari sang waktu jadi nyanyian
Tak jeda kurajut rindu dalam jiwa
Hingga menembus ruang hampa
Saat riuhnya hingar kehidupan
Bersama pekik dan teriak cucu adam
Tak henti kurenda berjuta asa
Membelah sunyinya hati mengantar ke muara bahagia
Senyummu adalah nyawa dalam nafas hidupku
Langkahmu adalah dayung nahkoda bahtera impianku
Lembut tutur katamu bagai sabda pandita ratu
Melekat erat di benak malam malamku
Aku mengagumimu dalam tirani kefakiranku
Biar jurang memisahkan jadi penghalang
Biar seribu pedang terhunus tuk menantang
Tetap kucumbui bayangmu di teras sang rembulan
Meski terkadang dalam senyumku, harus kubasuh luka merona dari rajam lakumu
Karena mengagumi bukanlah dosa

Aku tetaplah pujangga rahasia pengagum mu
Yang merenda berjuta pengharapan
Di sangkar yang bernama takdir kehidupan
Dalam bias malam sepiku
Cucuran keringat dalam munajat, tak terbilang dalam hitungan angka dan aksara
Sampai bila air mataku kering, sampai bila nafasku berhenti
Aku masih disini dalam sepiku
Merajut berjuta mimpi bersama indah bayangmu


Aku Ingin

Saat air mata mengalir di parit parit pipimu, menjelajahi bukit dan lembah,
berkelok bermuara di tepian hatimu
Aku ingin merangkai kata dalam kidung senja
Menjadikan ayunan pelipur laramu

Saat butiran embun menetes di kelopak mu, membiaskan kilauan sebening mutiara,
menebarkan pelangi di sudut ruang hatimu
Aku ingin menggoreskan berjuta warna
Dari kuas menuju kanvas yang bernama bahagia

Saat percik percik api terlontar dari jiwamu, melahirkan bara dalam sudut benakmu,
panas memanggang jiwa jiwa tandus dan layu
Aku ingin meniupkan salju Himalaya
Membekukan kata dari setiap makna, hingga kau rasa sejuk bagai sari bunga

Saat langkah waktu terasa berat bagimu, membius angan melantunkan kidung rindu
dan irama dawai syahdu tak dapat menghangatkan sepi malam mu
Aku ingin mejadi selimut jiwamu
Yang membelai hangat dan nyaman di setiap sendi tubuhmu
Hingga mengantar jiwamu menaiki tangga nirwana indahnya mimpi

Aku ingin menjadi bias asa, aku ingin menjadi kilau cahaya
Dalam helaan nafas dan kidung hatimu
Hanyalah kata bahagia yang dapat kau renda





Merindumu

Detak putaran waktu melambat di sini
Saat ku renda malamku dengan sepi
Mengarungi samudra lamunan yang tak pernah bertepi
Meniupkan berjuta debu debu kerinduan
Mengusik damai, mengukir gelisah dalam jiwa
Laba – laba masih menari menyulam sarangnya
Di sudut sudut kamar peraduan usang
Tatapannya congkak seakan menaruh iba
Di sela sela geliatnya ia terus berbisik
“ jangan pernah ceritakan tentang duka lara, aku bosan mendengar “
Aku terhenyak untuk sesaat, ku tengadah bermunajat pada sang penguasa jagat raya
Agar selalu terbersit indahnya melati di hatimu,
Agar tatapmu tetap teduh bagai malam purnama,
Agar senyummu tetap hangat laksana mentari pagi

Detak putaran waktu masih melambat di sini
Saat ku renda malamku dengan sepi
Ditemani laba laba yang tak henti menari
Tak lelah ku tenggak bejana berisi bayang mu dalam setiap helaan nafas
Tak jemu kutelan sejuta asa dan mimpi yang tak bertepi
Karena dalam setiap tafakur hanya bahagiamu yang ku puji
Sampai suatu saat ku tahu
Merindumu adalah dosa, dan mengagumimu adalah terharam bagiku

Detak putaran waktu terus melambat di sini
Saat ku renda malamku dengan sepi
Ditemani laba laba yang tak henti menari
Bersama syair syair yang menyayat hati
Tetap ku genggam walau pedih perih









Ijinkan Aku Memanggilmu Jasmine

Posted by : celoteh 0 Comments
Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan


Harapan

Posted by : celoteh 0 Comments


Cinta yang suci dapat dilihat dari pengorbanan seseorang, bukanlah dari eloknya paras dan manisnya untaian kata semata


Kata mutiara di atas adalah penggalan dari sebuah narasi pementasan teater semalam yang dibawakan apik teater lokal di daerahku, narasi dari sebuah cerita tentang pengorbanan seorang anak adam dalam meraih asa dan cintanya. Pada kesempatan ini saya ingin sedikit mengulas makna dan kaitan dua kata tersebut.

Kita tentu telah sering mendengar kata cinta,
mulai anak umur belasan tahun sampai yang sudah berumur dewasa tahu dan dengan gampang menyebut kata cinta, 

lalu apakah makna kata cinta itu sendiri ??

Ada yang mengatakan bahwa cinta adalah perasaan antara dua insan manusia yang mana keduanya saling berkeinginan untuk memiliki. Ada yang mengatakan cinta adalah buah dari perasaan saling mengasihi dan menyayangi, dan masih banyak lagi pendapat tentang makna kata cinta dari setiap individu. 
Coba renungkan makna kata cinta itu sendiri menurut kalian, kemudian kaitkan dengan kata pengorbanan...........

sudah terjawab kan??

Cinta sebuah kata yang cukup sederhana namun mengandung makna yng mendalam, cinta bisa membuat seseorang besar, cinta bisa membuat seseorang senang, sedih, bahagia, dan bahkan cinta juga dapat menghancurkan seseorang. Beragam dampak yang ditimbulkan oleh kata Cinta.

Selain itu cinta juga bisa merubah tabiat seseorang dengan tiba –tiba, humoris jadi pendiam, pemaaf jadi pendendam, yang penyendiri jadi periang bahkan  seorang preman kelas kakap pun bisa berubah jadi melankolis ketika ditempa kata yang satu ini. Sungguh hebat ya yang namanya Cinta itu…….

So guest..
bagaimana dengan makna Cintamu ????

Tentang Cinta

Posted by : celoteh 0 Comments

- Copyright © Celotehku - Blogger Templates - Designed by Widodo -