Archive for Juli 2015


Suparjo begitulah dia memperkenalkan namanya, seorang lelaki tua yang berprofesi sebagai penjual sayur keliling di kompleks saya. Beginilah mas gubug kecil saya, dia mulai membuka percakapan sore itu, kata - kata ringan yang keluar dari mulut laki - laki tua itu yang mengaku telah 30 tahun lebih menekuni profesi sebagai tukang sayur ini. Habis mau kerja apalagi orang sekolah juga tidak, ya begini ini mas bisanya jualan kecil - kecilan, tambahnya ramah. Tak sadar dia banyak berkisah tentang perjuangan hidupnya untuk merawat dan mendidik anak perempuannya yang semata wayang yang kini telah menyelesaikan pendidikanya di salah satu Universitas ternama di negeri ini. Saya sempat terharu mendengar kisah perjuangan hidupnya demi buah hatinya itu. 
Pak Suparjo adalah seorang pria asal Gunung Kidul, Yogyakarta ini, telah berhasil menjadi sosok orang tua yang baik, dia terpaksa merawat dan membesarkan putrinya sendiri setelah istrinya pergi untuk bekerja ke luar negeri dan hingga kini tidak ada kabar beritanya. Tapi di mata penilaian saya beliau adalah sosok seorang yang hebat, yang telah berhasil mengalahkan kerasnya kehidupan.
Dari kisah beliau inilah yang memberikan inspirasi kepada saya untuk menggoreskan pena saya pada kesempatan kali ini.
Wanita bisa jadi lebih ikhlas saat tertawa jika dibandingkan dengan laki - laki. Tapi kalau laki - laki menangis pastilah air matanya lebih jujur di banding perempuan. Seorang laki - laki kadang jiwa dan hatinya lebih lembut daripada perempuan namun tersembunyi di balik kegagahan wajahnya dan ketegaran jiwanya. Mungkin ia tidak pernah menampakkan air mata itu di depanmu, namun yakinlah saat engkau tidak tahu, saat ia berangkat bekerja atau saat duduk tafakur dalam doanya air mata itu tumpah juga.Karena akal lebih mendominasi jiwanya maka yang tampak hanyalah ketegaran. Tapi coba sejenak tengok matanya, karena mata adalah cerminan jiwa, lihatlah ada sekilas kilatan cahaya embun yang menetes dalam ketegaran. Inilah sosok lelaki dan suami yang telah Tuhan pilihkan untuk mendampingi seorang perempuan.
Mereka menjemput pagi dengan harapan dan datang pada malam hari dengan menyimpan asa. Lihatlah sosok lelaki yang sekarang menjadi suamimu, sesungguhnya surgamu ada pada keridhoannya. Lihatlah lelaki yang Allah mengatakan lewat lisan Rosulullah, " Barang siapa yang sore hari duduk kelelahan lantaran pekerjaan yang telah dilakukannya, maka dia dapatkan sore hari tersebut dan dosa - dosanya diampuni Allah " ( HR. Tabrani ). Lantas ketika waktu sholat tiba ia menjadi imam buat keluarga. Merekalah lelaki sholeh yang menumpahkan air matanya karena bertaubat atas segala dosa dan menyadari belum sepenuhnya mampu menunaikan segala amanah yang dibebankan kepadanya seraya hati dan lisannya berdoa untuk kebaikan keluarganya. Ya rob, berikanlah kebaikan untuk istri dan anak - anakku kelak, jadikanlah mereka kesenanganku di surgamu yang maha indah. Inilah sosok laki - laki yang sholeh, idaman para bidadari tidak hanya bidadari di bumi tetapi bidadari surga. 
Amien
Semoga kisah goresan tinta kali ini bisa membawa hikmah bagi kita semua, terutama bagi para wanita hebat Indonesia.

Air Mata Lelaki

Posted by : celoteh 0 Comments

- Copyright © Celotehku - Blogger Templates - Designed by Widodo -