Archive for 2015
Suparjo begitulah dia memperkenalkan namanya, seorang lelaki tua yang berprofesi sebagai penjual sayur keliling di kompleks saya. Beginilah mas gubug kecil saya, dia mulai membuka percakapan sore itu, kata - kata ringan yang keluar dari mulut laki - laki tua itu yang mengaku telah 30 tahun lebih menekuni profesi sebagai tukang sayur ini. Habis mau kerja apalagi orang sekolah juga tidak, ya begini ini mas bisanya jualan kecil - kecilan, tambahnya ramah. Tak sadar dia banyak berkisah tentang perjuangan hidupnya untuk merawat dan mendidik anak perempuannya yang semata wayang yang kini telah menyelesaikan pendidikanya di salah satu Universitas ternama di negeri ini. Saya sempat terharu mendengar kisah perjuangan hidupnya demi buah hatinya itu.
Pak Suparjo adalah seorang pria asal Gunung Kidul, Yogyakarta ini, telah berhasil menjadi sosok orang tua yang baik, dia terpaksa merawat dan membesarkan putrinya sendiri setelah istrinya pergi untuk bekerja ke luar negeri dan hingga kini tidak ada kabar beritanya. Tapi di mata penilaian saya beliau adalah sosok seorang yang hebat, yang telah berhasil mengalahkan kerasnya kehidupan.
Dari kisah beliau inilah yang memberikan inspirasi kepada saya untuk menggoreskan pena saya pada kesempatan kali ini.
Wanita bisa jadi lebih ikhlas saat tertawa jika dibandingkan dengan laki - laki. Tapi kalau laki - laki menangis pastilah air matanya lebih jujur di banding perempuan. Seorang laki - laki kadang jiwa dan hatinya lebih lembut daripada perempuan namun tersembunyi di balik kegagahan wajahnya dan ketegaran jiwanya. Mungkin ia tidak pernah menampakkan air mata itu di depanmu, namun yakinlah saat engkau tidak tahu, saat ia berangkat bekerja atau saat duduk tafakur dalam doanya air mata itu tumpah juga.Karena akal lebih mendominasi jiwanya maka yang tampak hanyalah ketegaran. Tapi coba sejenak tengok matanya, karena mata adalah cerminan jiwa, lihatlah ada sekilas kilatan cahaya embun yang menetes dalam ketegaran. Inilah sosok lelaki dan suami yang telah Tuhan pilihkan untuk mendampingi seorang perempuan.
Mereka menjemput pagi dengan harapan dan datang pada malam hari dengan menyimpan asa. Lihatlah sosok lelaki yang sekarang menjadi suamimu, sesungguhnya surgamu ada pada keridhoannya. Lihatlah lelaki yang Allah mengatakan lewat lisan Rosulullah, " Barang siapa yang sore hari duduk kelelahan lantaran pekerjaan yang telah dilakukannya, maka dia dapatkan sore hari tersebut dan dosa - dosanya diampuni Allah " ( HR. Tabrani ). Lantas ketika waktu sholat tiba ia menjadi imam buat keluarga. Merekalah lelaki sholeh yang menumpahkan air matanya karena bertaubat atas segala dosa dan menyadari belum sepenuhnya mampu menunaikan segala amanah yang dibebankan kepadanya seraya hati dan lisannya berdoa untuk kebaikan keluarganya. Ya rob, berikanlah kebaikan untuk istri dan anak - anakku kelak, jadikanlah mereka kesenanganku di surgamu yang maha indah. Inilah sosok laki - laki yang sholeh, idaman para bidadari tidak hanya bidadari di bumi tetapi bidadari surga.
Amien
Semoga kisah goresan tinta kali ini bisa membawa hikmah bagi kita semua, terutama bagi para wanita hebat Indonesia.
Air Mata Lelaki
Tulisan ini saya dedikasikan buat sahabat sejatiku Drh. Mitha Alfiani Zulaika bersama suami Prayogo Utomo yang telah memberi saya inspirasi tentang arti seorang sahabat sejati
Sahabat sejati, menurut kalian apa sih sahabat sejati itu ??? Apakah mereka yang selalu tertawa bersamamu, atau mereka yang selalu dekat denganmu.
Seorang teman lama telah memberikan banyak inspirasi kepada saya, apa arti dari sebuah sahabat. kali ini saya akan mencoba membagi pengalaman dan kisah saya tentang sahabat, 25 tahun silam aku dan sahabatku mulai kenal, hanya perkenalan yang bisa di bilang biasa dan tidak ada yang istimewa, kami hanya kebetulan satu kelas di bangku Sekolah Menengah Pertama, pertemanan kami biasa saja tidak ada yang special, hanya sekedar saling kenal, tegur sapa dan bercanda layaknya teman sekolah saja. Di sekolah ini kami kebetulan juga belajar beorganisasi, dalam wadah organisasi gerakan Pramuka. 3 tahun kami menempuh jenjang pendidikan ini dalam satu kelas, banyak hal terlewatkan canda, tawa, gurauan bahkan kadang ada sedikit pertengkaran. Hampir tak ada hal yang teramat istimewa yang kami lalui, tapi ada satu moment yang boleh di bilang bisa di banggakan, yang mana kami bersama - sama berhasil membawa nama sekolah kami meraih juara dalam ajang perkemahan Pramuka.
Selepas SMP kami sama - sama melanjutkan ke sebuah Sekolah Menengah Atas di kota kecil kami yang bisa dibilang salah satu sekolah favorit di kota kami, bersama teman - teman yang lain. Di jenjang ini kami bisa di bilang hampir tidak pernah berhubungan, kami berbeda jalur dia lebih fokus dalam pelajarannya, sedangkan aku lebih memilih untuk melanjutkan belajar berorganisasi. Bahkan bisa di bilang Organisasi nomor 1 dan sekolah nomor 2 buatku, berbagai jabatan dalam keorganisasian intra sekolah dan ekstra sekolah yang ku sandang, sebagai konsekuensi keseriusanku dalam beroganisaasi. Di balik itu entah apa yang dia peroleh dalam keseriusannya belajar, aku seakan mendapat dunia baru dan cenderung sibuk dengan teman baruku yang sehaluan dalam visi berorganisasi. Singkat cerita kami sama - sama lulus dari SMA ini, aku melanjutkan belajarku ke kota Solo, aku pilih ini karena kondisi ekonomi orang tuaku yang porak poranda dan juga gagalnya aku menembus PTN lewat jalur UMPTN, setelah orang tuaku tidak merestui dan tidak siap membiayaiku kuliah lewat jalur PMDK. Sekali lagi entah bagaimana kabar temanku itu, mungkin dia lebih sukses masuk PTN karena kegigihannya dalam belajar.
Hari berganti tahun berselang, tidak ada kabar berita dan tidak pernah kontak lagi, aku terus mengikuti apa yang menjadi kata hatiku, aku makhluk sosial kemasyarakatan sebagai buah dari pengalaman organisasi yang dulu saya pelajari.
Setelah bertahun - tahun berselang dan aku hanya menjalani hidupku, dengan gagasan - gagasan dan ide - ideku dalam hal sosial kemasyarakatan. Aku lebih suka kepada kegiatan yang sifatnya sosial, karena aku tertempa oleh keadaan yang mana aku harus benar - benar mandiri, dan kiblatku pada pola pikir yang lebih bersifat sosial kemasyarakatan. Bisa dibilang aku adalah orang yang berideologi sosial.
Puncaknya satu bulan yang lalu aku bertemu dengan seorang teman lama yang sama - sama aktif berorganisasi, singkat kata kami banyak berbagi pengalaman hidup, dan akhirnya dia memasukanku ke group alumni SMA dulu. Bisa dibayangkan betapa senangnya saya bisa bercengkrama, bersenda gurau, dan berbagi pengalaman hidup dengan teman - teman dulu 1 angkatan. Dari group inilah aku bertemu kembali sahabatku yang sempat hilang itu, kami banyak ngobrol dan saling membagi cerita pribadi masing - masing. Tak mengherankan kini dia bergelar Drh, itu buah dari keseriusannya dalam belajar, sedangkan aku hanyalah seorang sosialis dan penulis yang gagal.
Satu hal yang sempat mencengangkan saya, ternyata dia banyak memperhatikan apa yang aku lakukan selama SMA dulu, Dia banyak tahu kiprahku dalam berorganisasi semasa itu. Dan disela - sela reuni On-line ini banyak pesan yang bisa aku tangkap, dia banyak memberi masukan, nasehat dan semangat hidup. Ada beberapa kata - katanya yang benar - benar mengispirasi saya.
" hai, pa kabar, kemana aja selama ini, aku banyak mencarimu agar kita bisa bareng teman - teman yang lain, bersama berbagi pengalaman, kamu itu seorang yang hebat, aktif, teman - teman juga mencarimu mereka tidak lengkap tanpa sosok yang inspiratif seperti kamu. " saat itu juga aku tertegun ternyata seorang teman lama, yang mungkin hanya kenangan dalam hidup saya, kembali bertemu dan membawa semangat baru dalam hidup saya.
Sepenggal kisah di atas bukan sebuah bualan, tapi benar - benar terjadi pada diri saya, mungkin rekan - rekan menganggap kisah diatas hanyalah sebuah kisah biasa antara 2 teman yang telah lama terpisahkan bahkan saling tidak kenal lagi. Tapi di balik itu coba telaah sedikit, ada makna yang tersirat dari sepenggal kisah di atas. Bahwa;
- Sahabat bukanlah orang yang sangat dekat denganmu, tapi adalah mereka yang tetap tahu perkembanganmu saat kamu mengacuhkannya.
- Sahabat bukanlah mereka yang tertawa bersamamu saat ini tapi sahabat adalah yang mampu memberi dorongan dan semangat saat kamu kehilangan arah.
- Sahabat bukanlah mereka yang selalu disampingmu saat kamu mendapat indahnya dunia tapi sahabat adalah mereka yang tetap ingin kamu bangkit meski seluruh dunia ingin menjatuhkanmu.
Soo guest siapa sahabatmu ??? temukan dia sebelum kamu lupa apa arti kata sahabat..
Tulisan ini hanya corat coret iseng saja, jadi kesimpulannya ambil hikmah baiknya dan buang jauh keburukannya..
Salam sukses kalian hebat bersama sahabat, jadi selamat mencoba temukan sahabat sejati kalian....
Sahabat Sejati
Pengkhianatan
"tulisan ini saya dedikasikan buat seorang wanita Anggun yang pernah saya cintai"
Kita sering mendengar bahkan mengucapkan kata ini, bahkan sebagian dari kita pernah merasakan pahitnya dikhianati.
Mari kita coba belajar dari sejarah, Pengkhianatan itu ternyata sudah ada sejak jaman dahulu, bahkan ada kisah nabi yang dikhianati oleh putranya sendiri, ambil contoh Nabi Adam yang dikhianati putranya bernama Hobil yang rela mengkhianati kepercayaan ayahnya dengan membunuh saudaranya sendiri Habil demi mendapatkan wanita yang lebih cantik, Atau kisah Nabi Nuh yang dikhianati putranya dengan memilih tidak menaiki Bahtera Nabi Nuh saat banjir besar melanda.
Ada juga kisah William Wallace seorang pejuang Scotlandia yang dikhianati oleh kaum bangsawan yang tidak lain adalah temannya sendiri yang menyebabkan dia tertangkap Inggris dan dijatuhi hukuman mati. Dari dalam negeri kita masih ingat sejarah Sultan Agung yang dikhianati oleh putranya sendiri Amangkurat dengan berpihak pada Belanda dan bahkan memperistri seorang noni Belanda, yang mana ini menyebabkan lemahnya kekuasaan Sultan Agung yang pada akhirnya menyebabkan jatuhnya kerajaan Mataram ke tangan Belanda. Bahkan lebih dari itu sering kali kita mendengar berita pengkhianatan seorang suami atau bahkan seorang istri kepada pasangan hidupnya hanya demi dalih mengejar cinta yang lain, atau sekedar mengejar harta.
Dari sejarah diatas terbukti bahwa pengkhianatan itu sudah ada sejak zaman dahulu, dengan berbagai dalih alasan dan kondisi yang berbeda - beda, hanya saja satu dampak yang semua sama yaitu kehancuran dan rusaknya suatu tatanan. Sejarah telah banyak mencatat seorang tokoh besar hancur gara - gara sebuah pengkhianatan.
Dalam goresan tinta kali ini saya mengajak teman - teman semua untuk mencoba mengintrospeksi diri kita masing - masing, apa kita pernah dan bahkan sedang melakukan pengkhianatan ???
Pengkhianatan tidak hanya itu, bahkan kita juga sering berkhianat pada hati kecil kita sendiri, yang kadang secara tidak kita sadari, yang pada akhirnya membawa dampak penyesalan pada hidup kita.
Untuk itulah mari kita coba benahi hati kita masing - masing, jauhkan dari sifat khianat. karena dikhianati itu lebih sakit dari pada tertusuk pedang atau bahkan dipenggal leher kita.
STOP KHIANAT
Khianat itu penyakit hati
Bahagia tidak harus menyakiti orang lain begitulah status teman di sebuah facebook
Sederhana sih kata - kata itu tapi cukup membuat aku sejenak tertegun, ternyata sebegitu dalam makna yang tersirat dalam kalimat itu.Mungkin teman - teman semua pernah membaca sebuah berita kriminal seorang bapak yang tega membunuh istrinya hanya demi untuk menikah lagi, atau seorang istri yang rela membuang bayinya sendiri hanya demi menutupi aib perselingkuhan nya, atau bahkan seorang cucu yang dengan sadis memutilasi neneknya, hanya demi mendapatkan harta warisannya Ada baiknya kita sedikit flashback ke belakang ya, makna bahagia itu sendiri apa sih ???Bagi teman - teman yang telah membaca coretan tangan saya sebelumnya mungkin lebih bisa sedikit merenungi makna dari bahagia itu sendiri. tapi ingat ya guest itu makna bahagia menurut aku lho.....Lantas apa hubungannya dengan sepenggal kata di atas ???Mungkin kita perlu merenung sejenak untuk membahasnya, pernah gak kita mendapatkan suatu kesenangan dengan sedikit mengorbankan teman, sahabat, atau bahkan orang yang kita cintai??? jika kamu menjawab " YA" berarti kamu masih mengedepankan ego untuk meraih suatu kebahagian, memang manusiawi banget sih, tapi pernah terbayang gak, kalau kita ada di posisi sebaliknya yaitu di posisi yang di korbankan. Bagaimana perasaan kita ???Itulah kira - kira makna yang tersirat dari sepenggal kalimat diatas, lewat tulisan ini saya tidak bermaksud untuk menggurui kalian, tapi saya mengajak kepada rekan - rekan semua untuk mencoba lebih berbesar hati dan lebih peduli lagi terhadap sosial kemasyarakatan kita. lebih berani mengesampingkan ego kita dalam kehidupan bermasyarakat.Memang hal itu tidak mudah, dan kadang lebih sering ego kita yang bicara. Tapi apa salahnya kalau kita mencoba untuk membenahi nya sedikit demi sedikit dari diri kita sendiri.Soo guest selamat mencoba.
Bahagia tak harus menyakiti orang lain
Apa sih Bahagia itu???
Sering kita mendengar kata itu tapi apakah kita sudah benar - benar merasakannya
sebenarnya kalo kita gali kata bahagia itu sendiri terlalu luas untuk di jabarkan,
makna kata bahagia itu bisa beraneka ragam pada setiap individu
Jadi apa sih bahagia???
Jawabnya cuma satu bahagia adalah hati kita
Jawabnya cuma satu bahagia adalah hati kita
Yaitu saat hati kita merasa tenang, damai dan merasa berharga
soo Bahagia itu simple kan????
" Tak perlu mencari seseorang yang sempurna, cukup temukan satu orang yang selalu membuat kita merasa berarti,, maka kamu akan bahagia "
BJ Habiebie


